21
Jun
09

kisah cinta saya dan blumee. (bagian dua)

Minggu, 7 juni 2009 saya membeli sebuah kamera pocket. Yap. Blumee adalah kamera pocket. Sebuah kamera Olympus tipe mju 550 wp berwarna biru. Yang kemudian saya beri nama “blumee” karena berwarna biru dan menyee. (jangan ditanya menyee itu apa).

Tujuan saya membeli kamera ini adalah untuk ber-hunting foto di Jogjakarta bersama teman-teman saya.

Kenapa pocket? Kenapa tidak slr? Alasan pertama adalah keterbatasan uang. Kedua, kepraktisan. Dan ketiga, fitur.

Melihat fisik nya di internet, tanpa ragu saya langsung jatuh hati.

Yap. Itu kata-kata saya pada cerita bagian satu. Sebagai seorang pecinta seni, sudah layaknya saya mencintai estetika. Blumee is cute. Dia mampu menarik perhatian hanya dengan sekali lirik. Kalau kata Thomas Djorghy, “mengandung umpan-umpan-umpan-umpan”.

Karakter yang dia miliki ternyata sanggup membuat saya jatuh cinta.

Blumee adalah tipe kamera yang mempunyai fitur water-proof hingga 3 meter. Itulah yang membuat saya semakin jatuh cinta. Selain cute, dia juga jago berenang. Haha.

Kenapa harus water-proof? Pertama karena saya ingin membuat foto dua alam, darat dan laut, dimana tidak ada satupun dari teman-teman saya berencana untuk membuatnya. Alasan kedua adalah karakteristik saya yang slebor. Saya suka menjatuhkan barang.

Lalu kenapa tidak shock-proof? Saya sudah mengantisipasinya dengan hardcase yang sanggup mengurangi efek getaran pada saat jatuh ke tanah. Namun, apabila jatuh ke laut? Atau selokan? Atau kubangan? Tidak ada yang bisa menduga.

Selain jago berenang, blumee juga mampu mengunci fokus. Itu sangat berguna jika ingin memotret ikan yang bergerak. Blumee juga mempunyai beberapa settingan yang memudahkan pengguna untuk mengambil gambar pada keadaan tertentu seperti underwater, night portrait, landscape, dan sebagainya.

Blumee bisa merekam video. Itu menggugah saya untuk membuat underwater video. Alhasil saya makin berhasrat untuk berkecimpung dalam dunia underwater.

Sisanya sama dengan kamera pocket biasa (tipe terbaru). Face detection, 3 x optical zoom, lcd 2.5”, intelligent auto, perfect fix. 10 megapixel? Saya belum butuh lebih.

Smart-buying.

Semenjak dimarahi teman saya karena terlalu boros, saya belajar menjadi seorang “smart-buyer”. Sebelum membeli blumee pun saya memikirkan dalam-dalam. Berkonsultasi dengan teman saya yang sudah ahli. Mencari referensi underwater photography. Dan membuat proposal untuk diajukan kepada orangtua saya, yang notabene mantan bankir dan penuh perhitungan.

Alasan-alasan diatas adalah hasil dari pembelajaran saya menjadi smart-buyer. Hufh. Semoga bissa diperhitungkan.

17
Jun
09

kisah cinta saya dan blumee. (bagian satu)

Pada awalnya saya memang sedang mencari partner. Ketika curhat dengan teman saya yang memang ahli soal ini, saya menyebutkan tipe partner ideal saya. Lalu dia pun memberi nasehat untuk berkenalan dengan -sebut saja- keluarga mju.

Pertama kali melihat keluarga mju, saya melirik blumee. Melihat fisik nya di internet, tanpa ragu saya langsung jatuh hati. Ketika itu juga saya langsung melakukan berbagai pendekatan kepadanya agar saya bisa semakin kenal dan semakin dekat.

Beberapa hari berlangsung, saya makin mengetahui sifat dan karakter nya. Karakter yang dia miliki ternyata sanggup membuat saya jatuh cinta. Tanpa diragukan lagi, saya mengumpulkan tekad untuk menemuinya.

Pada hari minggu tanggal 7 juni 2009, tepatnya jam 10 pagi saya sampai di tempat pertemuan kita didaerah Kemang, Jakarta Selatan. Ketika saya masuk ke dalam, ternyata banyak yang menghalangi pertemuan kami.

Para penghalang itu berasal dari keluarga yang berbeda, sebut saja keluarga nonca, keluarga konni, keluarga onys, dan keluarga calei. Entah kenapa, saya merasa didesak untuk melupakan blumee dan bertemu dengan salah satu dari keluarga merek. Namun, rasa cinta saya terhadap blumee dapat menyelamatkan saya dari bisikan-bisikan setan. Saya pun berlari ke arah blumee dan langsung membawanya pulang. Dan hingga sekarang, seperti layaknya sebuah kisah dongeng, saya dan blumee menjadi partner yang baik, terlebih dalam bidang underwater photography.

And then they lived happily ever after.

*cerita ini adalah cerita yang sedikit hiperbolik dari kisah aslinya (bagian dua-bakal di post nantian)

15
Jun
09

pertama kali

Bandung, 15 Juni 2009

yippie!

Ini pertama kali bagi saya.

Pertama kali posting di blog ini, dan pertama kalinya saya punya blog.

Rasanya seperti sedang menari ditengah hujan.

Penuh gairah dan sangat menantang. haha.




Desember 2009
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Bulan